Rabu, 15 Juni 2011

Berdoa kepada Dzat Yang Maha Dekat


Doa merupakan inti ibadah, demikian Sabda Rasulullah SAW. Dengan demikian doa merupakan sebuah pilar penting dari peribadatan kita. Doa merupakan cermin seorang Muslim yang sangat menggantungkan dirinya kepada Allah SWT.
Dengan kita mengucapkan doa ini maka kita menempatkan diri sebagai seorang hamba yang mengharapkan doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Kita bersikap menghambakan diri kepada Allah SWT. Posisi inilah yang kemudian akan memberikan keyakinan bahwa semua doa akan dijawab Allah SWT.
Allah sendiri berfirman dalam Surat Al Mukin aya 60:
dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.
Bahkan Allah SWT memuji hambanya yang berdoa kepada Nya seperti tercantum dalam Surat Al Anbiya ayat 90.
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.
Setiap waktu kita berdoa, memohon sesuatu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Setiap hari pula kita menantikan jawaban dari Allah. Dan inilah yang meneguhkan orang beriman bahwa Allah mendengarkan doa hambanya bahkan sekalipun hanya melintas dalam hati apalagi kalau diucapkan dengan nada memohon dan mengharap.
Allah sendiri menegaskan mendengarkan doa hambaNya dan akan mengabulkan permintaannya.
dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Kini saatnya kita mengubah orientasi dari memohon kepada mahluk apalagi memmohon kepada benda, menjadi totalitas menggantungkan harapan kepada Allah. Allah Maha Perkasa, Maha Kaya dan Maha Kuasa pasti akan mengabulkan hambanya yang mengajukan permohonan untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat dalam Ridha-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar